VERBATIM RET (RASIONAL EMOTIF TERAPY

 

 
 

Selasa, 08 Mei 2012

Contoh Verbatim Konseling Individual RET (Rational Emotif Therapy)

 
SATUAN KEGIATAN
LAYANAN KONSELING
                                                                                                                                   
A.     Judul / Spesifikasi Layanan :Ingin bunuh diri karena merasa bersalah atas kematian pacar.
B.     Bidang Bimbingan : Pribadi
C.     Jenis Layanan : Konseling Individu
D.     Fungsi Layanan : Pengentasan
E.      Tujuan Layanan :
a.     Mencari sebab mengapa individu sering menyalahkan dirinya sendiri.
b.     Menumbuhkan kesadaran diri pada individu terkait seringnya menyalahkan dirinya sendiri.
c.     Membantu individu mengentaskan permasalahan yang dihadapi.
d.     Membentuk perilaku individu menjadi lebih positif.
F.      Hasil yang ingin dicapai :
1.   Klien dapat memahami keadaan diri secara baik.
2.   Klien dapat berpikir secara rasional.
3.   Klien dapat menemukan jalan keluar bagi masalah yang dihadapinya.
G.     Sasaran Layanan : Hawinda, Siswa SMA Kelas XI
H.     Tempat Penyelenggara Layanan : Ruang BK
I.       Pelaksanaan : 30 April 2012
J.       Waktu : 3 x 40 Menit
K.     Pendekatan : Konseling RET (Rational-Emotive   Therapy)
L.      Teknik : homework, social-modelling,
  simulation – imitation
M.   Uraian Kegiatan Pemberian Layanan :
1.   Pendahuluan
a.     Menyambut kehadiran klien
b.     Menciptakan hubungan yang baik dengan klien
 
2.   Inti
a.     (Assesment)
ü  Menggali informasi tentang keadaan klien dan mendorong klien untuk menguraikan permasalahan yang klien alami.
b.     (Antecedent Event/ Activity)
ü  Merumuskan kejadian yang sebenarnya terjadi dan dialami klien sehingga klien memiliki irrational belief.
c.     (Belief)
ü  Merumuskan yang menjadi irrational belief klien atas kejadian yang sebenarnya terjadi. Sehingga konselor dapat memahami keyakinan klien atas peristiwa yang dialami klien.
d.  (Consequence)
ü  Merumuskan hasil yang dibentuk dari irrational belief klien. Dalam permasalahan ini consquence atas Antecedent  Eventadalah keputusan klien untuk ikut mati seperti pacarnya.
e.   (Disputing)
ü  Konselor melakukan proses konseling dengan men dispuite atau melawan irrational belief  klien dengan rational belief klien.Dispuite dilakukan dengan memberikan treatment berupa Teknik Homework, Social-Modelling, dan Simulation- Imitation pada klien.
f.   (Effect/Expectation)
ü  Hasil yang didapatkan berupa keberhasilan dapat diubahnyairrational belief menjadi rational belief sehingga perilaku yang lebih positif.
3.   Penutup
a.     Mengulangi pernyataan klien tentang jalan keluar yang telah ditetapkan.
b.     Klien berinisiatif mengakhiri kegiatan konseling.
N.     Pihak yang diikutsertakan : Klien, Guru BK
O.     Alat yang digunakan : Bolpoin, Kertas, Recorder
P.      Rencana Penilaian :
a.     LAISEG          :
1)  Mengamati klien selama mengikuti proses konseling.
2)  Partisipasi klien selama mengikuti layanan konseling yang diberikan.
b.     LAIJAPEN :
Mengamati kesungguhan klien untuk merubah perilakunya.
c.     LAIJAPAN :
Perkembangan siswa setelah layanan konseling individual ini diberikan (satu bulan – satu semester).
 
Q.   Tindak lanjut : Apabila di perlukan, dapat dilakukan konseling pada pertemuan selanjutnya.
 
Surakarta,  April  2012
                                                                                                              Guru BK
 
 
 
                                                                                                      Niken Rithmayanti
                                                                                                        NIM K3109055
 
 
 
 
 
 
 
 
VERBATIM KONSELING INDIVIDU
(RET-dengan Teknik Homework, Social-Modelling,dan Simulation – Imitation)
 
Deskripsi masalah
Hawinda adalah siswa SMA kelas XI. Hawinda ini bisa disebut siswa yang berprestasi di sekolah. Di rumah, Hawinda merupakan anak yang baik, periang dan penurut kepada orang tuanya. Tetapi setelah kematian pacarnya yang tertabrak kendaraan, perilakunya menjadi berubah. Dia sering terlihat murung, sering menyendiri, terkadang menangis tanpa sebab, sering melamun. Sehingga perilakunya tersebut berdampak pada hidupnya dirumah dan disekolah. Dan Hawinda mempunyai niat untuk bunuh diri saja untuk menebus kesalahannya.
Nilai – nilai Hawinda disekolah mulai menunjukkan penurunan, daya tangkap ketika pelajaran kurang, kurang tanggap, kurang bersosialisasi baik dengan teman- temannya. Sedangkan dampak ketika di rumah ialah orangtuanya resah dengan Hawinda yang sering melamun, malas belajar, tidak ceria lagi. tuanya.
 
Verbatim Konseling
 
Subyek                                       Dialog
Keterampilan Komunikasi
Konseli
: Assalamu’alaikum …selamat siang
Salam
Konselor
Walaikum salam….Selamat siang, Oh iya.. silahkan duduk.. (tersenyum lalu menunjukkan dan mempersilahkan konseli ke tempat duduk sambil bersalaman dengan konseli)
Opening / Good Raport
Attending
Konselor
 : Alhamdulilah bisa ketemu hari ini ya Hawinda. Bagaimana kabarmu hari ini, Hawinda ?
Good raport
Konseli
 : Alhamdulillah baik,bu.
 
Konselor
 : Ngomong – ngomong ini belum jam istirahat kok bisa ke ruang konseling?
Good Raport
Konseli
 : Sebenarnya pelajaran Ekonomi yang diampu Bu Sinta bu. Tapi Bu Sinta berhalangan hadir, kata guru piket beliau ada urusan keluarga.
 
Konselor
: Apakah ada tugas yang diberikan dari guru piket tadi ?
Good Report
Konseli
: A da bu, tapi sudah saya kerjakan kok, terus langsung kesini deh bu. Mumpung ada waktu juga.
 
Konselor
: Oh baik kalau begitu, takutnya kalau Hawinda belum mengerjakan tugas.
Good Raport
Konseli
: Hehe, tidak kok bu. Oiya Bu, saya ingin cerita banyak ini bu (nampak murung )
 
Konselor
:Iya, seperti yang sudah kita sepakati di telepon kemarin malam kalau kita akan bertemu. Pasti ada beberapa hal yang ingin diceritakan. Coba kemukakan apa yang Hawinda rasakan
Lead
Konseli
 Iya bu, tapi saya bingung harus cerita darimana. Kira – kira ini nanti berapa ya bu waktunya? Kita bisa ketemu lain hari kan bu?
 
Konselor
 Nanti pelan – pelan saja ceritanya, tidak usah terburu – buru ya, waktu kita sesuaikan dengan jam kosongnya ini saja, masih ada 40 menit ya. Kalau nanti dirasa masih perlu, kita bisa bertemu kembali di hari lain, bisa hubungi ibu dulu untuk janjian begitu ya.
Structuring
(time limit)
Konseli
: Baik bu, nanti kalau sudah bel pelajaran selanjunya, diakhiri dulu ya bu pertemuan ini. Ibu ga akan cerita dengan siapa – siapa kan bu? Saya takut nanti kejadian yang saya alami ini diketahui teman – teman dan guru, nanti saya malu.
 
Konselor
: Tenang saja Hawinda, ibu tidak akan menceritakan masalah ini kepada siapa- siapa. Karena ada kode etik mengikat. Silahkan Hawinda cerita saja dengan terbuka, santai, dan percaya kepada ibu. Dengan begitu kita sama – sama bisa menyelesaikan masalah yang terjadi.
Structuring
(role limit)
Konseli
: Baik bu, dengan begini saya jadi tenang akan cerita dengan ibu.
 
Konselor
: Baik kalau begitu, coba ceritakan apa yang dirasakan Hawinda saat ini.
Lead
Konseli
: Bagaimana ya bu,saya bingung untuk mengatakannya.
 
Konselor
: Tidak usah bingung ya Hawinda, saya akan mendengarkan semua yang diceritakan Hawinda, semoga satu persatu masalah bisa dipecahkan dan tidak ada hambatan. Bagaimana?
Acceptance
Konseli
: Iya bu, begini ceritanya, pacar saya meninggal 6 bulan yang lalu. Saya merasa sedih sekali bu. Pacar saya meninggal saat mau menjemput saya ke sekolah bu. Dan kejadiannya terjadi di depan mata saya. Saya merasa menyesal, kenapa dia harus jemput saya. Saya harusnya tidak manja. Padahal biasanya saya naik angkot ga papa. Saya sedih sekali bu, betapa bodohnya saya saat itu.
A (Activity)
Konselor
: Ya..ya..ya.. Saya memahami perasaan  Hawinda.
Empathy
Konseli
: Padahal saya sangat sayang kepada dia bu. Malah saya sendiri yang mencelakakan dia
 
Konselor
: Ehmm ya ya (mengangguk-angguk)
Acceptance
Konselor
:Coba ceritakan kronologi peristiwa kecelakaan itu Hawinda
Exploring
Konseli
: Saat itu paginya saya pengen banget dijemput sama pacar saya. Akhirnya saya sms pacar saya yang sudah kuliah untuk menjemput sekolah. Kebetulan dia sedang tidak ada jadwal kuliah. Diapun mau bu. Pas bel pulang sekolah, saya langsung keluar dan menunggu di dekat gapura sekolah. Baru 5 menit di situ, terdengar suara keras banget motor yang nabrak. Saya liat ada motor Ninja merah sudah terguling dan ada bis. Pertamanya saya tidak terlalu peduli, tapi setelah saya liat helmnya, saya terperangah. Itu pacar saya. Saya saat itu langsung berlari menghampiri pacar saya dan kaget banyak sekali darah dari kepalanya. Saat itu saya tidak peduli sekitar saya ada banyak orang yang melihat. Tak lama, ambulans datang dan membawa pacar saya. Saya diajak pulang teman saya dan sesampai rumah, di beri kabar bahwa pacar meninggal. Langsung saya menangis histeris dan pingsan. Tak percaya ini cepat sekali terjadi. Kenapa saya minta dijemput saat itu. (menangis).
Activity
Konselor
: Miris sekali ya kejadiannya. Saya bisa merasakan apa yang Hawinda rasakan saat itu.
Empathy
Konselor
: Berarti dengan kata lain Hawinda merasa ini semua adalah kesalahan Hawinda karena  sudah minta dijemput oleh pacarnya?
Clarification
Konseli
: Iya bu,saya merasa ini semua adalah kesalahan saya. Saya berpikir juga harus mati untuk menebus kesalahan ini bu.
 
Konselor
: Coba dipikir dua, tiga kali lagi apakah berpikir seperti itu sudah sesuai?
Rejection
Konseli
: Entahlah bu.
 
Konselor
: Bagaimana dengan orang tua Hawinda dan orang tua pacar Hawinda?
Lead
Konseli
: Ibu bapak saya selalu menguatkan saya bu, walaupun sampai sekarang saya pun belum bisa memaafkan diri saya sendiri.
Kalau bapak ibu pacar, mereka berusaha tegar dan menerima hal ini sebagai ujian. Mereka tidak membenci saya bu, saya bersyukur. Bahkan mereka seperti menganggap saya anak sendiri. Sehingga kalau pulang sekolah, kadang saya mampir kesana dan berdoa bersama mendoakan almarhum.
 
Konselor
: Ibu bapak selalu menguatkan Hawinda ya dan orang tua pacar tidak membenci Hawinda.
Restatement
Konselor
: Nah, mari kita pikirkan bersama-sama Hawinda. Keluarga selalu menguatkan Hawinda. Tetapi Hawinda ingin menebus kesalahan dengan ikut mati. Menurut Hawinda itu cara yang paling tepat?
Belief
Konseli
: Gimana ya bu, saya selalu dikejar – kejar perasaan bersalah, betapa saya jahat kepada pacar saya ini. Terkadang memang terlintas pikiran seperti itu bu.
 
Konselor
: Jadi menurut Hawinda, karena kematian pacar,Hawinda selalu merasa bersalah dan berpikir ingin ikut mati saja tanpa menghiraukan keluargamu dan keluarga pacar yang menyayangimu . Hal itu merupakan keputusan yang tepat. Begitu?
Paraphrasing
Konseli
: Iya bu,saya rasa itu cara terbaik dalam menyelesaikan masalah ini. Untuk apa saya hidup kalau pacar saya tidak ada. Hidup terasa hampa bu.
 
Konselor
: Baiklah Hawinda coba tenangkan pikiran terlebih dahulu. Dengan ikut mati apakah masalah itu dirasa sudah selesai ? Apa dengan kematian Hawinda, orang tua juga tenang, begitu ? Bukannnya dengan ikut mati dengan bunuh diri, berarti Hawinda menambah permasalahan karena orang tua harus kehilangan anak secantik Hawinda?
Confrontation
Konseli
: Iya sih,bu sepertinya saya malah menambah masalah dengan bunuh diri,tetapi saya tidak tahu dengan cara apa lagi agar bisa menyelesaikan masalah.
 
Konselor
: Nah, berarti Hawinda sekarang merasa bahwa ikut mati bukanlah solusi dari permasalahan ini bukan?
Belief
Konseli
: Ya,bu saya mengerti itu. Tapi saya masih belum bisa memaafkan diri saya atas meninggalnya pacar saya, saya masih merasa bersalah karena itu bu. Merasa akar masalah yang terjadi adalah karena saya.
 
Konselor
: Hawinda, kalau orang tua pacarmu saja bisa tegar dan menerima kenyataan bahwa anaknya sudah meninggal, mengapa dirimu tidak bisa sekuat mereka? Padahal kalian sama- sama menyayangi dia.
Confrontation
Konseli
: Iya sih bu. Mungkin saya yang berpikir terlalu pendek.
 
Konselor
 : Hawinda sekarang ini belum pernah membicarakan masalah ini kepada orang tua? Atau sekedar curhat tentang perasaan Hawinda kepada orang tua?
Lead
Konseli
: Tidak,bu saya bingung bagaimana cara untuk memulai membicarakan hal ini, saya takut orang tua saya berpikir saya mulai tidak fokus sekolah. Sekarang saya malah merasa pusing dan lemas bu.
 
Konselor
; Kamu sekarang pusing dan lemas ? kamu butuh istirahat Hawinda ?
Lead
Konseli
: Sepertinya iya bu, bagaimana kalau dilanjutkan besok saja ?
 
Konselor
: Ya sudah tidak apa-apa, bagaimana kalau Hawinda Ibu beri tugas untuk menuliskan kebaikan orang tua Hawinda dan orang tua pacar Hawinda? Kerjakan di rumah ya.
Teknik Homework
Konseli
: Oh baiklah bu , saya akan mengerjakan dengan tenang dirumah.
 
Konselor
: Baik, sekarang coba Hawinda simpulkan apa yang didapatkan pada pertemuan kita hari ini?
Termination
Konseli
: Saya merasa saya ini sangat bersalah telah menyebabkan pacar saya mati. Saya sangat terganggu dan sedih. Namun saya tidak tahu bagaimana agar masalah ini cepat selesai dan hidup saya menjadi tenang. Dan saya diberi tugas oleh Ibu untuk menuliskan kebaikan orang tua saya dan orang tua pacar saya.
 
Konselor
: Baik Hawinda, silakan kembali ke kelas dan beristirahat ya
Termination
Konseli
: Iya bu, besok saya hubungi ibu dulu ya. Terimakasih ya bu. Saya kembali ke kelas dahulu. Assalamu alaikum.
 
Konselor
: Sama- sama Hawinda. Walaikum salam.
Termination
Salam

ASAS BIMBINGAN DAN KONSELING

PEMBAHASAN

Asas-Asas Bimbingan Dan Konseling

 

Pelayanan bimbingan dan konseling adalah pekerjaan prodesional sesuai dengan makna uraian tentang pemahaman, pelanggaran, dan penyikapan (yang meliputi unsure-unsur kognisi, afeksi dan perlakuan) konselor terhadap kasus pekerjaan professional itu harus dilaksanakan dengan mengikuti kaidah-kaidah yang menjamin efisien dan efektivitas proses dan lain-lainya.

Dan dalam menyelenggarakan layanan bimbingan dan konseling di sekolah hendaknya selalu mengacu pada asas-asas bimbingan dan konseling. Asas-asas ini dapat diterapkan sebagai berikut : 1) asas kerahasiaan, 2) asas kesukarelaan, 3) asas keterbukaan, 4) asas kekinan, 5) asas kemandirian, 6) asas kegiatan, 7) asas kedinamisan, 8) asas keterpaduan, 9) asas kenormatifan, 10) asas keahlian11) asas alih tangan, dan 12) asas tutwuri handayani

Untuk mendapatkan wawsan dan pemahaman yang memadai mengenai asas-asas bimbingan dan konseling diatas dijelaskan sebagai berikut :

  1. Asas Kerahasiaan

Sebagaimana telah diketahui bahwa dalam kegiatan bimbingan konseling kadang-kadang klient harus menyampaikan hal-hal yuang sangat pribadi/ rahasia, kepada konselor, oleh karena itu konselor harus menjafa kerahasiaan data yang diperolehnya dari klientnya.

Disamping itu, asas kerahasiaan ini juga akan menghilangkan kekhawatiran klien terhadap adanya keinginan konselor/guru pembimbing untuk menyalah gunakan rahasia dan kepercayaan yang telah diberikan kepadanya sehingga merugikan klien. Demikian juga hal-hal tertentu yang dialami oleh siswa (khususnya hal-hal yang bersifat negatif tidak akan mejadi bahan gunjingan.

Berdasarkan apa yang dikemukakan diatas, maka apa yang terjadi/isi pembicaraan dan klen dalam wawancara/konseling kerhasiaanya perlu idhargai dan dijaga. Demikian pula catatan-cataatan yang dibuat sewaktu ataupun sesudah wawancara/konseling, pula disimpan dengan baik dan kerahasiaannya dijaga dengan cermat oleh konselor, sebagaimana firman Allah SWT bahwa memelihara amanah dan menepati janji merupakan salah satu karakteristik orang beruntung. Sebagaimana firman Allah dalam surat (Al-Mu’minin/23 :8)

     

Artinya : Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipukulnya) dan janjinya

Asas kerahasiaan ini merupakan asas kuasai dalam usaha bimbingan konseling. Jika asas ini benar-benar dilaksanakan, maka penyelenggaraan atau pemebrian bimbingan klient sehingga mereka akan mau manfaatnya jasa bimbingan konseling dengan sebaik-baiknya. Sebaliknya jika konselor tidak dapat memegang asas kerahasiaan dengan baik, maka hilanglah kepercayaan klien, sehingga akibatnya percayaan bimbingan tidak dapat tempat dihati klien dan para caln klien. Dan jika asas kerahasiaan ini benar-benar di jelankan maka bimbingan dan konselng akan berjalan dengan mancar dan baik.

  1. Asas Kesukarelaan

Dalam memahami pengertian bimbingan konseling dikemukakan bahwa bimbingan merupakan proses membantu individu. Perkataan membantu disii mengandung arti bahwa bimbingan buka merupakan suatu paksaan, oleh karena itu proses bimbingan dan konseling harus belangsung atas dasa kesusilaan, baik dari pihak siterbimbing atau klien. Maupun dari pihak knselor klien diharapkan secra suka dan rela tanpa ragu-ragu ataupun merasa terpaksa, menyampaikan masalah yang dihadapinya.

Jika asas kesukarelaan ini memang benar-benar telah tertenam pada diri (calon) terbimbing/siswa atau klien, sangat dapat diharapkan bahw mereka yang mengalami maalah akan dengan sukrela membawa masalahnya itu kepada pembimbing untuk meminta bimbingan. Bagaimana halnya dengn klien kiriman, apakah dalam hal ini asaas sukarela dilanggar? Dalam hal ini pembimbing berkewajiban mengembangkan sikap sukarela pada diri klien itu sehngga klien itu mampu menghilankan rasa keterpaksaan data dirinya kepada pembimbing. Kesukarelaan tidak hanya dituntut pada diri (calon), terbimbing/siswa atau klien saja, tetapi hendakmya berkembang pada diri penyelenggaraan. Para penyelenggara bimbingan hendaknya mampu menghilangkan rasa bahw tugas kebimbingan konselingnya itu erupakan suatu yang memaksa diri merasa

  1. Asas Keterbukaan

Dalam pelaksanaan bimbingan konseling sngat diperlukan suasana keterbukaan, baik keterbukaan dari konselor maupun keterbukaan dari klien. Keterbukaan ini bukan hanya sekedar bersedia menerima saran-saran dari luar, malahan dari itu, diharapkan masing-masing pihak yang bersangkutan tersedia membuka diri untuk kepentingan pemecahan masalah. Individu yang membuka bimbingan diharapkan dapat berbicara sejujur mungkin dan berterus terang tentang dirinya sendiri. Sehingga dengan keterbukaan ini penelaah serta pengkaji berbagai kekuatan dan kelemahan siterbimbing dapat dilaksanakan. Perlu dieprhatikan bahwa keterbukaan hanya akan terjadi bila klien tidak lagi mempersoalkan asas kerahasian yang semestinyua diterapkan oleh konselor. Untuk keterbukaan klien konselor harus terus-menerus membuina suasana hubungan konselof sedemikian rupa. Sehingga klien yakni bahwa konselor juga bersikap terbuka dan yakin, bahwa asas keterbukaan memang terselenggara.

Keterbukaan disini ditinjau dari dua arah, dari pihak klien diharapkan pertama-tama mau membuka diri sendiri sehingga apa yang ada pada dirinya dapat diketahui oleh orang lain (dalam hal ini konselor) dan kedua mau membuka diri dalam ati mau menerima saran-saran dan masukan lainnya ari pihak konselor menjawab pertanyaan-pertanyaan klien keterbukaan terwujud dari onselor sendiri. Jika hal itu memang dikehenaki oleh klien. Dalam hubungan yang bersuasana seperti itu, masing-masing pihak bersifat transparan (terbuka) tehadap pihak lainnya.

  1. Asas Kekinian

Pada umumnya pelayanan bimbingan dan konseling bertitik tolak dari masalah yang dirasakan klien saat sekarang atau kini, namun pada dasarnya pelayanan bimbingan konseling itu sendiri menjangkau dimensi waktu yang lebih luas, yaitu masa lalu, sekarang, dan masa yang akan dating, karma pada dsarnmya msalah klien yang langsung ditanggulangi melalu upaya bimbingan dan konseling ialah masalah-masalah yang sedang dirasakan kini (sekarang), bukan masukan yang sudah lampau, dan juga masalah yang mungkin akan dialami dimasa mendatang.

Dan dalam usaha yang bersifat pencegahan, pada dasarnya pertanyaan yang perlu dijawab adalah apa yang perlu dilakukan sekarang sehingga kemungkinan yang kurang baik dimasa dating dapat dihindari.

Asas kekinian juga mendukung pengertian bahwa konselor tidak boleh menunda-nunda pemberian bantuan. Jika diminta bantuan oleh klien atau jelas terlihat misalnya adanya siswa yang mengalami masalah, maka konselor hendaklah segara memberikan bantuan. Konselor tidak selaknya menunda-menunda memberi bantuan dengan berbagai dalil. Dalam hal ini diharapakn konselor dapat mengarahkan klien untuk memecahkan masalah yang sedang dihadapinya sekarang sebagaimana firman Allah ST.

 

 

 

 

Artinya : Demi masa, sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan menerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya menaati kebenaran dan nasihat menasehati supaya menetapi kesabaran.

  1. Asas Kemandirian

Pelayanan BK bertujuan menjadikan siterbimbing dapat bediri sendiri, tidak tergantung pada orang tua / tergantung pada konselor individu yang dibimbing setelah dibantu diharapkan dapat mendiri dengan cirri-ciri pokok mampu :

  1. Mengenal dri sendiri dan lingkungan sebagaimana adanya;

  2. Menerima diri dendiri dan lingkungan secara positif dan dinamis.

  3. Mengambil keputusan untuk dan leh diri sendiri.

  4. Mengarahkan diri sesuai dengan keputusan itu, dan

  5. Mewujudkan diri secara optimal sesuai dengan potensi, minat dan kemampuan-kemampuan yang dimilikinya.

Demikian dengan iri-ciri umum dits haruslah disesuaikan dengan tingkat perkembangan dan peranan klien dalam kehidupannya sehai-hari. Dengan demkian klien akan bisa mandiri, karena klien akan terus menyatakan ketergantungannya, selama ketergantuannya itu memperoleh respon dari konselor. Sebaliknya rasa ketergantungan itu akan berhenti bila tidak ditanggapi oleh konselor yang pada dasarnya disetiap tahap awal proses konseling, biasanya kliesn menampakkan sikap yang lebih tergantung dibandingkan pada tahap akhir proses konseling. Oleh karna itu konselor dank lien harus beusaha untuk menumbuhkan sikap kemandirian itu didalam diri klien dengan cara memberi respon yang cermat.

  1. Asas Kegiatan

Dalam proses pelayanan bimbingan dan konseling kadang-kadang konselor memberikan beberapa tugas dan kegiatan kepada kliennya. Dalam hal ini klien hrus mampu melakukan sendiri kegiatan tersebut dalam rangka mencapai sendiri kegiatan – kegiatan tersebut dalam rangka mencapai tujuan sebagai yang telah ditetapkan.

Karna usaha BK tidak akan memberikan buah yang berarti bila klien tidak melakukan sendiri kegatan dalam mencapai tujuan BK. Hasil usaha BK tidak akan tercapai dengan sendirinya, melainkan hrus dengan kerja giat dari klien sendiri. Konselor hendaklah membangkitkan semangat klien sehingga ia mampu dan mau melaksanakan kegiatan yang diperlukan dalam penyeselesaiannya masalah yang menjadi pokok pembicaraan dalam konseling.

Asas ini merujuk pada konseling multi deminsional yang tidak hanya mengandalkan traksasi verbal antara klien dan konselor. Dalam konseling yang berdimensi verbalpun asas kegiatan masih harus terselenggara, yaitu klien aktif pula melaksanakan atau menerapkan hasil-hasil konseling.

  1. Asas Kedinamisan

Keberhasilan usaha pelayanan BK ditandai dengan terjadinya perubahan sikap dan tingkah laku klien kea rah yang lebih baik. Untuk mewujudkan terjadinya perubahan sikap dan tingkah laku itu membutuhkan proses dan aktu tertentu sesuai dengan kedalaman dan kerumitan masalah yang dihadapi klien. Konselor dan klien serta pihak-pihak lain diminta untuk memberikan kerja sama sepenuhnya agar pelayanan BK yang diberikan dapat dengan cepat menimbulkan perubahan dalam sikap dan tingkah laku klien.

Perubahan tidaklah sekedar mengulang-ulang hal-hal yang lama yang sealu menuju ke suatu pembaruan sesuatu yang lebih maju karna asas kedinamisan mengacu pada hal-hal baru yang hendaknya terdapat pada dan mnjadi cirri-ciri dari proses konseling dan hasil-hasilnya.

  1. Asas Keterpaduan

Pelayanan BK berusaha memadukan sebagai aspek kepribadian klien. Sebagaimana diketahui individu memiliki berbagai aspek kepribadian yang kalau keadaannya tidak seimbang, serasi dan terpadu justru akan menimbulkan masalah, disamping keterpaduan pada diri klien, juga harus diperhatiakan keterpaduan isi dan proses layanan yang diberikan jangan hendaknya aspek layanan yang satu tidak sesuai dengan aspek layanan yang lain.

Layanan BK memadukan berbagai aspek individu dengan dibimbing. Disamping keterpaduan pada diri individu yang dibimbing, juga diperhatikan keterpaduan isi pada proses layanan yang diberikan. Jangan hendaknya aspek layanan yang satu tidak serasi atau bukan bertentangan dengan aspek layanan yang lain.

  1. Asas Kenormatifan

Pelayanan BK tidak boleh bertentangan dengan norma-norma yang berlaku, baik ditinjau dari norma agama, norma adapt, norma hukum/Negara, norma ilmu, maupun kebiasaan sehari-hari asaa kenormatifan ini terapkan terhadap isi maupun proses penyelenggaraan BK. Seluruh isi layanan harus sesuai dengan norma-norma yang ada. Demikian pula prosedur, teknik dan peralaan yang dipakai tidak menyimpang dari norma-norma yang dimaksudkan.

Tetapi harus diingat bahwa konselor tidak boleh memaksakan nilai atau norma yang dianutnya itu kepada kliennya, konselor dapat membicarakan secara terbuka dan terus terang segala sesuatu yang menyangkut norma dan nilai-nilai itu, bagaimana berkembangnnya, bagaimana penerimaan masyarakat, apa dan bagaimana akibatnya bila norma dan nilai-nilai itu terus dianut dan laim sebagainya.

  1. Asas Keahlian

Usaha layanan BK secara teratur, sistematik, dan dengan mempergunakan teknik serta alat yang memadai. Asa keahlian ini akan menjamin keberhasilan usaha bimbingan dan konseling, dan selanjutnya kabar hasilan usaha bimbingan dan konseling akan menaikkan kepercayaan masyarakat pada BK.

Asas keahlian selain mengacu kepada kualifikasi konselor (misalnya pendidikan sarjana bidang BK) juga kepada pengalaman teori dan praktek BK perlu dipadukan oleh karna itu, seorang konselor ahi harus benar-benar menguasai dan praktek konseling secara baik.

  1. Asas Alih Tangan

Dalam pemberian layanan BK, asas alih tangan jika konselor sudah mengerahkan kemampuannya untuk membantu indivisu, namun individu yang bersangkutan belum dapat terbantu sebagaimana yang diharapkan, maka konselor dapat mengirim individu tersebut kepada petugas / badan yang lebih ahli.

Disamping pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki oleh konselor juga terbatas, maka ada kemungkinan suatu masalah belum dapat diatasi setelah proses konseling berlangsung. Dalam hal ini konselor perlu mengalihkan tangankan (Referal) klien pada pihak lain (konselor) yang lebih ahli untuk menangani masalah yang sedang dihadapi oleh klien tersebut “ pengalihan tangan seperti ini adalah wajib, artinya masalah klien tidak boleh terkantung-kantung ditangan konselor yang terdahulu itu”.

Firman Allah SWT.

MACAM-MACAM TES

BENTUK-BENTUK TES

 

1.SKALA INDIVIDUAL

 

1)      Wechsler Scale

Skala intelejensi Wechsler merupakan penyenggalaraan tes individual dengan format yang sesuai untuk umur yang berbeda.

a)      Skala Verbal

Didesain oleh Wechsler untuk mengukur kemampuan yang di tes untuk bekerja dengan simbol abstrak, skala ini meliputi enam bidang yaitu :

(1)   Tes informasi menekankan pada perolehan ilmu pengetahuan dan informasi dalam pengalaman pendidikan.

(2)   Urutan tes digit mengukur memori singkat atau jangka pendek. Tugasnya adalah mengulang digit kebelakang atau kedepan.

(3)   Subtes aritmatika memutuskan pada soal yang memerlukan kemampuan matematika dasar seperti penambahan,pengurangi,perkalian dan pembagian dan kemampuan untuk menggunakan keahlian ini.

(4)   Subtes pemahaman memusatkan pada kemampuan individu untuk membuat keputusan sosial dan keperluan informasi serta pengetahuan tentang moral , kebiasaan sosial dan reguasi.

(5)   Tes persamaan mengukur kemampuan mempertimbangkan dan berfikir secara konseptual dengan meminta alasan yang induktif individu dengan skor tinggi berarti memilikiformat konsep dan keahlian verbal yang baik.

(6)   Tes kosakata (mengukur pengetahuan kata umumdan perkembangan bahasa) berisi kata-kata dan mudah sampai sulit dan konkret sampai keabstrak.

b)      Skala perbuatan/performance

Meliputi jumlah subtes melengkapi gambar,menyusun gambar, mendesain balok,merakit objek, memberi kode dan mazes

(1)   Tes melengkapi gambar mengukur ketajaman visual jangka pendek dan ketajaman memorisebaik ketajaman visual.

(2)   Tes pengusunan gambar mengharuskan peserta menyusun/mengurutkangambar yang dikacaukan agar dapat menjadi suatu cerita dengan memerlukan deretan visualsementara kepedulian sosial, kemampuan merencanakan dan penalaran nonverbal.

(3)   Tes mendesain balok  menghendaki peserta tes untuk mengatur seperangkat desain dengan menggunakan balok berwarna.

(4)   Tes merakit objek merupakan seperangkat permainan puzzel yang mengharuskan testee mampu untuk menggerakkan kemampuan visual secara cepat dan bisa mengkoordinasi disusun kembali.

(5)   Memeberi kode atau digit simbol, tes yang menilai kecepatan dan keakuratan dalam memberi kode simbolyang dipasangkan dengan sejumlah bagian geometrik.

(6)   Tes mazes meminta anak-anak untuk menggambar rute tetap pada masing-masing gambar.

 

2.  TES INTELEJENSI KELOMPOK

 

  1. Tes Army Alpha dan Army Beta

Tes Army Alpha dan Army Beta adalah tes intlejensi kelompok verbal dan nonverbal yang pertama kali digunakan disini mengukur variasi dan susunan sebagaimana tes individu.

  1. The Advance Progresive Matrices disusun oleh J. C. Raven dan merupakan 48 item kelompok tes IQ nonverbal.
  2. The Unuversal Nonverbal Intellegence Test (UNIT) (Braken & Mc Callum, 1998) adalah tes bebas bahasa, yang tidak menginginkan bahasa ekspresi dan penguji atau orang yang menjalani tes.
  3. The Culture Faire Intelligence Test : tes satu seri yang dikembangkan oleh R. B. Catell dan A. K. S. Catell
  4. The Cognitive Abilities Test (Cogat) merupakan deret multilevel yang digunakan untuk anak-anak  dan TK sampai tingkat 12. Tes digunakan untuk mengukur kosakata.
  5. The School and College Ability Test (SCAT) merupakan urutan kelompok tes yang mengukur kemampuan kuantitatif dan verbal dan peringkat 3.5 sampai peringkat 14.
  6. The Otis-Lennon School Ability test (OLSAT) digunakan untuk memprediksi kesuksesan kognitif bidang yang berhubungan dengan sekolah.
  7. The Test The Test Cognitive Skills merupakan sekelompok tes yang  digunakan untuk menilai empat area kemampuan kognitif  siswa dalam peringkat 2 samapai 122 alasan analogi, rangkaian tes, memori dan alasan verbal.
  8. The Primary Test  Cognitive Skills (PTCS) untuk mengukur kemampuan kognitif anak-anak TK dan kelas 1.
  9. Tes Intelegensi Kolektip Indonesia (TIKI) untuk anak SD kelas VI sampai SMP kelas II. Yang diukur yaitu : berhitung angka, gabungan bagian, ekslusi gambar, hubungan kata, membandingkan gambar, lebirin, berhitung huruf, mencari pola,  ekslusi kata dan mencari segitiga.

 

3. TES BAKAT KHUSUS

 

  1. ASVAB

ASVAB menyidiakan tiga skor gabungan akademik

a)      Kemampuan akademik- pengetahuan kata-kata pemahaman paragraf dan penalaran aritmatika.

b)      Verbal- pengetahuan kata-kata,pemahaman paragraf dan sains umum.

c)      Matematika-pengetahuan matematika dan penalaran aritmatika.

 

  1. DIFFERENTIAL APTITUDE TEST BATTERY

Tes ini sebagai alat untuk mengidentifikasi secara dini tentang siswa yang memiliki intelegensi tinggi. DAT mengungkap 8 bakat khusus yang ada dalam diri seseorang.

  1. Berfikir dengan kata-kata
  2. Berfikir dengan bilangan
  3. Berfikir abstrak
  4. Ketelitian dan kecepatan administrasi
  5. Berfikir mekanik
  6. Hubungan ruang
  7. Ejaan
  8. Penggunaan bahasa

 

  1. GENERAL APTITUDATE BATTERY

Merupakan salah satu pengukuran bakat secara luas dalam konseling pekerjaan/karier dan digunakan secara khusus untuk layanan karyawan atau buruh.

  1. CARREER ABILITY PLACEMENT SURVEY (CAPS)

Caps sangat cepat,betere digunakan selama 50 menit untuk mengukur kemampuan pekerjaan pada umumnya dalam 14 kelompok pekerjaan. CAPS memuat 8 tes :

1)      Berfikir mekanik (MR) mengukur pengertian prinsip mekanik

2)      Hubungan ruang (SR) mengukur kemampuan untuk berfikir dan memeragakan dalam tiga dimensi.

3)      Berfikir verbal (VR) mengukur kemampuan alasan dangan kata-kata.

4)      Berfikir bilangan (NA) mengukur kemampuan alasan dan penggunaan angka/bilangan.

5)      Penggunaan bahasa (LU) mengukur pengakuan dan pemakaian struktur kalimat dan tata bahasa yang tepat.

6)      Pengetahuan kata (WK)  menukur pemahaman tentang pengertian dan ketepatan penggunaan kata-kata.

7)      Kecepatan dan ketelitian persepsi (PSA) mengukur keakuratan dan persepsi dengan cepat tentang perincian dalam jumlah kecil.

8)      Kecepatan manual dan ketangkasan (MSD) mengukur keakuratan dan kecepatan gerakan tangan.

 

  1. CAREER ABILITY TEST

Tes kemampuan menilai kinerja maksimum individu dan kemampuannya untk melakukan sebuah pekerjaan dimasa yang akan datang.

 

  1. ADMISSION TEST

Nomor pada tes khusus digunakansebagai salah satu sumber informasi untuk membantu konselor admisi dalam mengambil keputusan.

 

  1. GRAUATE SCHOOL ADMISSIONS TESTS

Ujian masuk telah digunakan di sekolah dan universitas sebagai petunjuk dalam keputusan admisi. Tes pendidikan berisi 200 pertanyaan yang meliputi lima bidang utama :

  1. Tujuan pendidikan- Filosofi, sejarah, psikologi, fisika, emosionalintelektual peraturan pendidikan dalam masyarakat besar.
  2. Supervisi dan penyelenggaraan disekolah- sumber para ahli, psikologi hanya memperhatikan seperti masalah kelompok, mempertimbangkan sosiologi seperti hak guru dan siswa.
  3. Kurikulum- pertimbangan filosofi dan sejarah
  4.  Evaluasi dan penelitian – pada pengertian kesimpulan peneliti.

 

  1. SPECIALIZED BATTERIES

Tes pemahaman mekanik dan hukum fisika dalam situasi praktik. Tes digunakan untuk pelamar kerja dalam posisi pemakaian operasional mesin yang lengkap dan perbaikan.

 

  1. KEMAMPUAN KERANI/CLERICAL
    1. The Clerical Aptitude Test merupakan tiga bagian tes tertulis yang meliputi pemeriksaan nomer, praktik bisnis, tanggal, nama dan pengecekkan alamat.
    2. The Curtis Verbal-Clerical Skill Test – verbal curtis menilai kemampuan verbal, kerani dan mengukur praktik berhitung, memeriksa kecepatan daya tangkap, keakuratan dan pemahaman bacaan.
    3. The General Clearical Test mengukur tiga tipe kemampuan yang dibutuhkan untuk pekerjaan klerikal-kecepatan dan ketelitian klerikal, kemampuan numerik dan kemampuan verbal.
    4. The Hay Aptitude Test Baterry merupakan batere yang mengukur jumlah daya tangkap, penemuan nama, jumlah seri penyesuaian dan peramalan bakat untuk beragam posisi.
    5. The Office Skills Test mengukur kemampuan klerical pada saat pelamar masuk dan berisi 12 subtes-pemeriksaan, pengkodean, pengisian, penyelesaian formulir, tata bahasa, kemampuan numerik, perintah oral, tanda baca, pemahaman bacaan, ejaan, pengetikan, dan kosakata.
    6. The Personnel Research Intitute Clerical Batteri- alfabet, pemahaman aritmatika, klasifikasi, pengisian, perbandingan nama, jumlah perbandingan.
    7. The PSI Basic Skills Test untuk bisnis, industri dan pemerintahan berisi sejumlah tes- mengklasifikasikan: daya ingat, pemecahan, perhitungan, pengambilan keputusan, pengisian nama, pengisian nomor,mengikuti perintah oral.
    8. The SRA Clerical Aptitude Test mengukur bakat umum yang penting untuk pekerjaan klerikal melalui tiga tes tertulis pada kosakata perkantoran, aritmatika kantor dan pemeriksaan kantor.
    9. Tes USES Clerical Skills Tes mengukur tipe G kemampuan klerikal-pengetikan dan kopian biasa, pendektean, ejaan, pengetikan statistik dan ejaan istilah kedokteran.
    10. KEMAMPUAN MEKANIK
      1. The Machanical Aptitude Test untuk siswa sekolah menengah dan orang dewasa selama 45 menit, yang mengukur pemahaman tugas mekanik.
      2. SRA Mechanical Aptitude Test untuk siswa sekolah dan orang dewasa selama  35  menit yang mengukur pengetahuan mekanik, hubungan ruang, dan pekerjaan aritmatik.
      3. The SRA Test of Mechanical Concepts adalah tes untuk orang dewasa selama 35-40 menit yang mengukur kemampuan indivbidu untuk memvisualisasikan dan memahami mekanik dasar dan hubungan ruang timbak-balik.
  2.  KEMAMPUAN PSIKOMOTOR
    1. The Crawford Small Parts Dextery Test (CSPDT) didesein untuk mengukur koordonasi tangan-mata yang baik dan digunakan dalam menyeleksi pekerjaan.
    2. The Hand-Tool Dexterity Test melibatkan kunci inggris dan obeng dari 12 barang dari kayu yang perlu dirakit.
    3. The Minnesota Manual dexterity Test mengukur kapasitas untuk kecepatan koordinasi sederhana mata-tangan dibutuhkan untuk toko/ruangyang agak nerkemampuan dan pengoperasian.
    4. The Minnesota Rate of Manipulation Test pengukuran kecepatan jari tangan dan dipakai untuk menyeleksi pekerjaan tenaga kerja yang menginginkan pedoman kecepatan.
    5. The 0’Connor Finger Dexterity Test mengukur kecejatan jari dan digunakan untuk mengukur bakat pada pekerjaan perakitan.
    6. The 0’ Connor Tweezer Dexterity Test mengukur koordinasi tangan-mata yang baik dan kemampuan menggunakan peralatan tangan yang bentuknya kecil.
    7. The Purdue Pegboard Test mengukur koordinasi tangan-lengan-jari yang diinginkan untuk tipe bisnis tertentu atau industri.
    8. The Stromberg Dexterity Test mengukur kemampuan manipulasi dalam memilih dengan warna dan dengan urutan.

 

  1. BAKAT ARTISTIK
    1. The Graves Design Judgmentd Test menampilkan 90  set 2 alat dan 3 mesin susunan yang bervariasi dalam unit, keseimbangan, simetri dan aspek penataan estetik.
    2. Meier Art Test adalah persepsi estetis yang menampilkan 4 versi kerja yang sama, masing-masing berbeda terminologi tentang proporsi, kesatuan, bentuk, desain.
    3. The Meier Art Test adalah keputusan seni tentang 100 pasang gambar/lukisan populer karya seni yang terkenal.

 

  1. BAKAT MUSIK
    1. The Kwalwasser Music Talent Test adalah 50 item disampaikan secara oral menyelenggarakan tes tertulis untuk menilai bakat musik siswa kelas 4 sampai perguruan tinggi.
    2. The Musical aptitude Profile adalah tes bakat musik yang menggunakan alat musik biola dan cello untuk dimainkan berdua/pasangan.

 

  1. BAKAT KOMPUTER
    1. The Computer Operator aptitude Battery adalah tes tertulis yang didesain untuk membantu memprediksi kinerja operator komputer.
    2. The Computer Programmer Aptitude Battery (CPAB) merupakan 75 menit tes tertulis untuk orang dewasa.
    3. The Programmer Aptitude Competence Test (PACTS) mengukur kemampuan untuk menulis program komputer yang baik melalui pengalaman simulasi.

 

4.TES KEPRIBADIAN

 

  1. Teknik Verbal

Metode yang meliputi stimulasi verbal dan respon verbal.

  1. Teknik Visual

Stimuli visual ditunjukkan kepada testee yang memberi respon verbal.

  1. Teknik menggambar

Sejumlah tes menggambar yang lazim digunakan telah digunakan untuk memperkirakan kepribadian.

  1. Teknik Manipulatif

Beberapa testee, Khusus anak-anak mengalami kesulitan dalam mengespresikan dirinya dalam memainkan permainan manipulatif seperti wayang, boneka atau tanah liat.

  1. Teknik Objektif

Teknik yang paling populer dan paling luas digunakan untuk mengestimasi kepribadian adalah kuesdionar kepribadian.

 

5.TES KARIER DAN KEPEGAWAIAN

 

  1. Self directed search
  2. Strong interest inventory
  3. Career occupational preference system
  4. Inventori minat yang lain
  5. Penggunaan tes dalam sektor swasta
    1. The bureau of national affairs sureyr memberikan ringkasan yang bak dan kecenderungan dan perusahaan yang menggunakan tes itu lebih dari 80%menggunakannya untuk menyaring pelamar juru tulis kantor.
    2. Tes kepribadian.
    3. The Career Attitude and Strategis inventory adalah cara untuk mengidentifikasi pengaruh dan masalah karier untuk pertimbangan atau pemecahan.
    4. The Comprehensive Ability Battery (CAB) mangandung 20 subtes tertulis yang mengukur faktor tunggal kemampuan utama yang berhubungan dengan kinerja dalam latar industri.
    5. Comprehensive Personality Profile digunakan dalam seleksi pegawai dan situasi perkembangan profesional dan mengukur apakah individu berorientasi pada tugas/orang atau sabar/tak sabar.
    6. The Employee Aptitude Survey Series memiliki jumlah tes seperti pemahaman verbal, pencarian visual, kecepatan visual, dan akurasi dan pemberian alasan simbolik.
    7. The Employers Test and Service Associates menerbitkan tes seperti General Mental Ability (tes kemampuan mental umum) , The Office Arithmetic test (tes arit matika kantor).
    8. The Employment Barrier Identification Scale mengukur kemampuan klien penggangguran untuk mendapatkan atau mempertahankan karyawan.
    9. The Empolyment Reliabilility Inventory adalah tes 81 pertanyaan benar/salah yang mengukur kematangan emosional, sikap berhati-hati, dapat dipercaya.
    10. The Industrial Reading Test mengukur pemahaman  membaca dan digunakan untuk menyeleksi pelamar kerja dan menyaring pegawai dalam masa training untuk program pekerjaan yang aman.
    11. The Job Effectiveness Prediction System meliputi tes seperti persandian dan perubahan, perbandingan dan pengecekan, kearsipan, penggunaan bahasa, kemampuan matematik, kemampuan bilangan, pemahaman bacaan.
    12. The Personnel Test for Industry (PTI) mengukur kemampuan umum dalam bidang verbal dan digunakan dalamseleksi pekerja yang memerlukan kopetensi dalam bidang ini.
    13. The Wesman Personnel Classification Test mengukur kemampuan verbal dan numerik yang umum dan digunakan dalam seleksi pekerjaan dan seleksi pegawai pada posisi administrasi/juru tulis.
    14. The Wonderlic Perssonel Test mengukur pertimbangan verbal, spasial, dan numerik yang umum dan digunakan untuk tujuan seleksi dan penempatan dan untuk memprediksi penyesuaian pada pekerjaan.

 

  1. 6.      TES PRESTASI/ACHIEVEMENT
    1. Survey Achievement Test
      1. California Achievement Test (CAT)
      2. The Comprehensive Test of Basic Skills
      3. Metropolitan Achivement Test
      4. National Education Development Service
      5. Sequential  Development service
      6. SRA Achivement Scales
      7. Stanford Achievement Test

 

  1. Criterion Referenced Tests ( tes yang mengacu kriteria)
    1. Criterion referenced test dapat digunakan untuk mengevaluasi kurikulum.
    2. Criterion Test 0.1 Basic Skills adalah yang mengukur kemampuan membaca dan matematika dari siswa kelas 1 samapai 6.
    3. Intrution Objective Exchange (10 x) serangkaian tes bagi guru untuk dipakai mengukur keterampilan dan tujuan tertentu dalam membaca.
    4. Multiscore adalah suatu sistem yang menyediakan penguasaan criterion referenced dari membaca, seni bahasa, matematika, ilmu pengetahuan alam, ilmu pemgetahuan sosial dan keterampilan sosial.

 

  1. State Assessment Tests ( Tes negara bagian/propinsi)

Nasional Assessment of Educational Progres (NAEp), NAEP adalah program nasional untuk mengukur pengetahuan dan sikap dari siswa berumur 9, 13, 17, da 25 samapai 35 tahun.

 

  1. Subject Area Test (SAT) adalah disini meliputi kurikulum umum pada program pendidikan yang meliputi membaca, matematika, IPA, mengeja, bahasa, dan IPS.

 

  1. Individual Achievement Test

 

  1. Basic Achivement skill Individu Screener (BASIS)
  2. Keymath Diagnostic Arithmatic test-Revised (KMDAT).
  3. Peabody Individual Achivement Test (PIAT).).
  4. Wide Range Achievement Test Revised (WRAT-3).
  5. Wechsler Individual Achievement Test (WIAT).
  6. Woodcock-johnson Test of Achievement (WJTA).

 

  1. Authetic and Alternate Assesment ( pengukuran otentik dan alternatif) Adalah pengukuran  autentik dan alternatif pengukuran otentik dan prestasi sekarang menggantikan norm referenced test tradisional yang bergantung pada soal-soal pilihan ganda.

 

  1. Curriculum Based Measurement (CBM)

 

CBM adalah pendekatan lain yang memantau kemajuan siswa dalam bidang akademik.

 

  1. Adult Achievement Test ( tes prestasi orang dewasa).

Untuk mengukur prestasi/penguasaan orang dewasa.

 

  1. Diagnostic Tests

Salah satu tujuan utama dari tes prestasi adalah untuk mendiagnosis kelebihan dan kelemahan, Tes diagnosis berdasarkan pada kemampuan dasar dan kopetensi yang dibutuhkan untuk berjasil pada bidang studi yang diberikan atau program pendidikan dan tes tersebut menggunakan beberapa item untuk mengukur suatu keterampilan atau tujuan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PEMAHAMAN INDIVIDU TEKNIK TES

(BC579A)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DISUSUN OLEH :

 

 

  1. TRI AMINI          132010105

 

 

 

 

 

 

 

 

BIMBINGAN KONSELING

 

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

 

UNIVERSITAS KRISTEN SATYA WACANA

 

SALATIGA

 

2012